Rabu, 22 Oktober 2014

daftar riwayat hidup (cv)



DAFTAR RIWAYAT HIDUP


Data Pribadi
Nama                                       : Eka Seftri Riani Subali
Tempat, Tanggal Lahir            : 3 September 1993    
Alamat                                    : Gg. H. Raidi Rt. 009/04 No. 23
                                                  Jagakarsa, Lenteng Agung
Berat, Tinggi                           : 43 Kg, 158 cm
Status                                      : Belum Menikah
Agama                                     : Islam
Kebangsaan                             : Indonesia
Telepon                                   : 021-7270619
Handphone                             : 089676333770

Pendidikan
SD                                           : SDN Lenteng Agung 01 Pagi           ( 1995 – 2005 )
SMP                                        : SMPN 98 Jakarta                              ( 2005 – 2008 )
SMK                                       : SMKN 41 Jakarta                             ( 2008 – 2011 )

Kursus
-          Juli 2013
Economic Banking Syariah

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar – benarnya.





                                                                                                        Hormat Saya


                                                                                               ( Eka Seftri Riani Subali )


- www.gunadarma.ac.id
-
www.studentsite.gunadarma.ac.id
-
www.baak.gunadarma.ac.id 

Cerita saat masa kuliah



Awal masuk perkuliahan memang belum mendapatkan teman banyak,maklum belum beradaptasi di hari pertama. Tetapi dosen mencoba untuk mengenalkan mahasiswanya satu persatu agar lebih dekat. Baru seminggu perkuliahan berlangsung, mahasiswa yang sekelas dengan saya orangnya ternyata pada asik, humoris, tidak ada yang sombong, kompak, itu yang bikin kangen kalo diinget inget. Meskipun waktu semester 1 dan 2 teman yang sangat dekat dengan saya hanya arin,kiki, ines dan ulva tetapi kita tetap mau bergabung dengan teman teman lain. Pertemanan kami berlima membuat banyak teman sekelas yang iri karna kita tiap hari selalu senang tertawa terus,dan setiap ada masalah dengan yang lain kita hanya cuek seperti tidak ada masalah. 

Seiring berjalannya waktu dan peraturan di kampus, kami terpisah karena pembagian kelas sesuai IPK. Pertemanan kami tidak lagi seperti dulu yang setiap hari tertawa bareng, curhat bareng,nangis bareng,jalan jalan bareng, kangen masa masa itu pokoknya.  Kami ketemu satu sama lain sangat jarang,padahal satu kampus, bisa dihitung dengan jari semenjak kelas kami terpisah. Tetapi komunikasi kami masih tetap berjalan, saat saya butuh dengan yang lain diantara Arin, Kiki, Ines, Ulva mereka selalu ada,sebaliknya saya juga begitu ke mereka. Sebenernya kami berlima kangen ngumpul lagi,tapi waktu perkuliahan kita beda beda jadi kita memakluminya.

Saat memasuki semester 3, teman waktu semester 1 dan 2 yang sekelas dengan saya hanya Abeng dan Nindi. Meskipun waktu semester awal kita tidak terlalu dekat tetapi sekarang kita menjadi dekat, ya mungkin karna sudah lama kenal. Di kelas yang baru saya mendapatkan teman teman yang tidak kalah seru dan asik dengan yang sebelumnya. Teman yang kenal dengan saya waktu awal masuk kelas di semester 3 yaitu Sinta, kita semakin lama semakin dekat karena kita sering berangkat kuliah bareng, pulang kuliah bareng.

Perputaran mahasiswa hanya dilakukan saat semester 2. Jadi saya masih di kelas yang sama sampai saya lulus kuliah. Di kelas yang baru ini awalnya kami tidak terlalu dekat, menyapa pun jarang, jadi kami masih berkelompok bertemannya. Teman yang dekat dengan saya hanya Nindi dan Sinta, tetapi seiring berjalannya waktu makin bertambah, ditambah dengan Pamel, Ica, Putri, Acil, Dwi, Eva, dan Dini. Pertemanan kita sekarang lebih seru karena setiap ada yang ulang tahun selalu kita kasih surprise, itu yang bikin kita makin dekat. Dan kita juga sering jalan bareng, liburan bareng, wisata kuliner bareng, kita udah terbiasa seperti ini, meskipun mengeluarkan banyak uang tetapi kita senang, dan kesenangan kita tak bisa di ganti dengan yang lain, makanya kita rela mengeluarkan banyak uang setiap hari, ya menghabiskan uang jajan bersama.

Memasuki semester akhir yaitu semester 7, teman teman sekelas yang selama 2tahun berjalan ini lama – lama semakin dekat. Semakin hari semakin dekat, semakin kompak dan solid. Sayangnya, kami belum pernah tour bareng, padahal pernah diadain tapi ada saja masalah yang bikin ngga jadi tour bareng. Sekarang kekompakan di kelas ini makin terasa, makin seru, kenapa ngga dari awal masuk kita kompak seperti ini. Semoga hingga lulus nanti teman teman yang selama saya kuliah menemani saya, masih tetap berkomunikasi dan saling berbagi pekerjaan saat membutuhkan. 

Jumat, 04 Juli 2014

apakah ya'juj dan ma'juj sudah keluar?



Nabi Muhammad SAW tiba-tiba terbangun dari tidurnya dengan muka merah padam. Seperti diceritakan oleh Zainab binti Jahsy, saat terbangun itu, Nabi tiba-tiba berkata, “Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah. Sungguh kerusakan akan menimpa bangsa Arab akibat datangnya kejahatan yang telah dekat. Hari ini, sebuah lubang sebesar ini telah terbuka di dinding Ya’juj dan Ma’juj.” Ketika itu, Nabi membuat tanda lubang dengan ibu jari dan jari telunjuknya.

Legenda mengenai Ya’juj dan Ma’juj tak hanya dikenal di dalam ajaran Islam. Dalam ajaran Kristen dan Yahudi pun kisah mengenai se kelompok manusia yang bakal membuat kerusakan besar di muka Bumi itu juga diceritakan, lebih dikenal dengan nama Gog dan Magog. Adalah Zulkarnain, seorang raja besar pada masa lalu yang telah mengurung kaum Ya’juj dan Ma’juj di sebuah lembah di antara dua gunung tinggi (assaddain) dengan cara membangun tembok penghalang terbuat dari besi dan tembaga, seperti diceritakan dalam Alquran surah al-Kahfi ayat 93-97.

Lalu, dalam ayat selanjutnya, disebutkan bahwa suatu saat tembok itu akan runtuh dan kaum Ya’juj dan Ma’juj akan keluar. “Dan, pada hari itu (ketika tembok terbuka), kami biarkan mereka bercampur baur satu sama lain seperti gelombang.…” Dalam Alquran versi Departemen Agama, kalimat “pada hari itu” (yawma idhin) dari ayat ke-99 surah al-Kahfi ini diartikan sebagai hari kiamat. Namun, Dr Imran Nazar Hosein, cendekiawan Muslim kelahiran Trinidad dan Tobago 70 tahun silam punya pendapat lain atas ayat itu.

Karena ayat ke-98 menceritakan mengenai akan runtuhnya tembok penghalang Ya’juj dan Ma’juj maka lebih tepat bila kalimat pada hari itu ditafsirkan sebagai hari ketika tembok itu benar-benar runtuh. Hari ketika kaum perusak itu akhirnya bisa keluar dari lembah yang mengurung mereka dan kemudian bertebaran di seluruh penjuru Bumi seperti gelombang lautan dan kemudian bercampur baur dengan ras-ras manusia lainnya.

Ini dijelaskan juga dalam surah al-Anbiyaa ayat 96, dari terjemahan versi Departemen Agama. “Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.”

Pertanyaan utamanya, kapankah tembok Zulkarnain itu runtuh? Atau, lebih tepatnya, apakah kaum Ya’juj dan Ma’juj itu sudah keluar dan bertebaran untuk membuat kerusakan di muka Bumi? Kisah dari Zainab binti Jahzy, hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim di atas dianggap Imran Hosein sebagai konfirmasi bahwa pada zaman Nabi Muhammad SAW masih hidup tembok itu sudah mulai terbuka. Artinya, dalam beberapa abad setelahnya, kemungkinan besar kaum Ya’juj dan Ma’juj sudah menemukan jalan keluar.

Dalam kisah sama yang diriwayatkan dalam sahih Bukhari, ada versi yang lebih panjang ketika Zainab binti Jahsy akhirnya bertanya kepada Nabi Muhammad SAW. “Ya Rasulullah, apakah kita (bangsa Arab) akan dihancurkan walaupun masih ada orang beriman di antara kita?” Nabi menjawab, “Ya, ketika kemaksiatan merajalela.”

Pendapat Imran Hosein yang menulis beberapa buku mengenai hari akhir, terutama kajian takwil surah al-Kahfi, ini juga didasarkan pada belum ditemukannya bukti-bukti arkeologis apa pun mengenai tembok yang dibangun Zulkarnain. Saat ini, tak ada satu pun sudut Bumi yang belum pernah dijelajahi manusia atau luput dari intaian kamera satelit. Bila Ya’juj dan Ma’juj masih terkurung dalam lembah maka seharusnya tembok buatan Zulkarnain itu masih kokoh menjulang dan mudah ditemukan. Bila sudah tak ada tanda- tanda keberadaan tembok besar di sebuah lembah curam maka berarti tembok itu sudah runtuh dan menjadi tugas arkeolog untuk menemukan sisa-sisanya.

Ada pendapat sebagian mufasir yang mengatakan bahwa tembok itu dibangun di daerah Kaukasia, di antara dua lautan (Laut Hitam dan Laut Kaspia). Ini merupakan hasil penafsiran surah al-Kahfi ayat 86-90 berkenaan dengan perjalanan Zulkarnain yang bertemu dua perairan berwarna pekat di bagian barat dan timur dengan pen duduk yang bahasanya tak bisa dipahami. Wilayah dengan topografi penuh pegunungan tinggi dan lembah curam itu cocok dengan wilayah perbatasan antara Georgia dan Rusia, berada di barisan pegunungan Kakukasus antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, tepatnya di Gunung Kazbek dan lembah Sungai Terek, yang dikenal dengan nama Ngarai Darial.

Orang Persia menyebutnya Gerbang Alan. Ngarai Darial dikenal juga sebagai Gerbang Kaukasia atau Gerbang Kaspia. Orang Georgia me nyebutnya Ralani, Darialani. Ada yang menyebutnya Porte Cu mana dan Fortes Sarmatica. Lalu, bangsa Tartar menyebutnya Darioly. Sejak zaman dulu, Ngarai Darial dan juga Derbent Pass telah menjadi jalur perlintasan penting di Kaukasia bagi berbagai ekspedisi militer dari Persia, suku-suku Turki kuno, kekhalifahan Islam, sampai akhirnya dikuasai Rusia. Jalur ini menjadi penghubung rute dari utara ke selatan Kaukasia.

Yerusalem
Namun, Imran Hosein yang dikenal mendukung tafsir semantik atas Alquran itu juga menjelaskan bahwa tanda-tanda lepasnya Ya’juj dan Ma’juj juga telah dinubuatkan. Salah satu petunjuknya ada pada surah al-Anbiyaa ayat 95, “Sungguh tidak mungkin atas penduduk suatu negeri yang telah kami binasakan bahwa mereka tak akan kembali.” Lihat bahwa ayat ke-96 kemudian menyebut mengenai runtuhnya tem bok penghalang Ya’juj dan Ma’juj. Artinya, ada suatu kaum yang dulu menghuni sebuah negeri atau tempat dan tak bisa kembali lagi ke tempat asal mereka sampai akhirnya mereka bisa kembali lagi setelah tembok penghalang Ya’juj dan Ma’juj runtuh dan kaum perusak itu menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Di sini, Alquran dan Injil bersepakat bahwa ada satu kaum yang dahulu menghuni sebuah negeri dan kemudian dihancurkan dan mereka dilarang kembali lagi ke negeri itu. Negeri itu, dalam hal ini adalah sebuah kota bernama Yerusalem yang merupakan kampung halaman bangsa Yahudi. Dalam sejarahnya, Nebukadnezar penguasa Babilonia (Mesopotamia) pernah menghancurkan Kerajaan Yehuda dan mengusir kaum Yahudi keluar dari Yerusalem pada abad ke-6 SM sehingga mereka berdiaspora.

Kaisar Romawi Hadrian kemudian membangun kembali sebuah kota di dekat reruntuhan Yerusalem pada 70 M yang diberi nama Aelia Capitolina. Langkah Hadrian menempatkan patung-patung dewa dan kuil Romawi di bekas Yerusalem menimbulkan perlawanan kaum Yahudi yang masih tersisa di tem pat itu yang dikenal dengan na ma pemberontakan Bar Kokhba. Hadrian murka dengan pemberontakan itu. Bertekad membasmi Yudaisme di Yerusalem, Romawi kembali mengusir kaum Yahudi.

Kamis, 12 Juni 2014

Dieng, pesona alam yang indah

  
telaga warna


Sebentar lagi liburan kuliah, pasti seneng dong ya… apalagi kalo diajak jalan jalan,jalan sama pacar, temen, sahabat, keluarga, sama siapa aja deh ya. Gue mau rekomended tempat wisata yang asyik banget, ga bakal nyesel deh kesana, tempatnya juga ga begitu jauh dibanding ke Gunung Bromo yang menurut gue mahal pula ya, kalo buat anak kost-an tapi mau jalan jalan sama temen temen bisa kesini…. Murah, enak,dingin, pemandangannya ga bakal bisa di beli sama tempat wisata lain,matahari yang panas terang benderang tapi di dieng itu udaranya sejuk banget, ga bakal berasa kalo disana udah jam 12, kaya di Jakarta masih pagi. Banyak kok tempat wisata disana, jadi di daerah Dieng itu menawarkan basama nyak pesona alam. Ada telaga warna,telaga kaca, banyak candi candi, ada kawah, apalagi kalo ke Gunung Sikunir, mau liat matahari pagi sama matahari sore aja disana pun bagus banget, kita kaya berada diatas awan, indah banget…. Gue udah 2kali kesana dan masih mau kesana lagi, hmmmm pasti nagih buat kalian, ayo coba dulu, masuk ke setiap tempat harganya pun ga mahal, mulai dari Rp. 2.000 sampai Rp. 10.000. Ga mahal kan? Semua kebayar sama pemandangan yang dikasih Tuhan buat kita, mulai dari perjalanan yang menuju wilayah Dieng udah keliatan gimana indahnya kalo diatas, di bawah daerah Dieng aja udah bagus,gimana pas di puncaknya, hehehe. Sungguh suguhan alam yang indah dan luar biasa.

candi arjuna




pinggir jalan menuju Dieng